Aku lupa menulis tentangmu
tentang kehilangan
yang datang dari pintu belakang….
dimana masa tertinggal
begitu tebal dalam kabut
ingatan…
“aku mulai menulis tentangmu”
pelan-pelan
aku tertawa
pelan-pelan pula
kutelan gurat…
anjing!!!
aku tak tahu apalagi
yang ada di dalam matamu
ketika semua kebaikan
“yang katanya tulus”
kau perbarui denga kata
sederhana…
“maaf….”
ketika wajahmu mulai menjadi bagian
dari rembulan
aku turut brbahagia
ketika cahayamu mulai dimaboki
para mentari
aku turut berbahagia
lalu adakah secelah alasan bagiku
untuk tak mengatakan
“aku menggilaimu”
tapi biarkan saja
aku hanya menyukai
“apa yang ada dibalik celana dalammu”
itu saja…….
Tags: Puisi
Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply